Maunya Sih #dirumahaja

Siapa yang menyangka kalau di awal 2020, sebagian gaji kamu akan dihabiskan buat beli masker, alkohol 70%, sabun antiseptik dan multivitamin?

Hai, Covid-19..

Jadi saat tulisan ini dibuat, total orang yang terjangkit virus ini di Indonesa ada 309 orang dengan total 25 orang meninggal dunia. Angkanya terus naik setiap hari, yang mana sudah pasti menambah rasa takut akan pandemik ini. Terlebih lagi, saya termasuk ke dalam kumpulan orang yang belum bisa work from home. Setiap hari keluar rumah dengan was-was yang ditutupi “stay cool” sambil kerja seperti biasa.

Sebagian kantor di Jakarta sudah banyak yang menyuruh karyawannya untuk bekerja dari rumah. Dampaknya benar-benar langsung terlihat sejak hari Selasa kemarin. Halte yang biasanya sudah penuh di jam berangkat kerja mendadak kosong. Hanya ada segelintir orang. Jalanan yang biasanya macet sampai bikin emosi, benar-benar jadi lowong seperti di hari Lebaran. Ngga, justru ini lebih lowong dari Lebaran. Aneh banget rasanya karena perjalanan pergi dan pulang dari kantor tidak sampai 1 jam. Bukan hanya itu, sekarang saya selalu duduk di bis pergi ataupun pulang dari kantor. Benar-benar bisa istirahat sampai tidur pulas.

Tidak protes sih..

Sedihnya, sudah berapa kali dicurhatin abang driver ojek online soal jumlah pelanggan yang jadi turun drastis. Biasanya narik berapa kali sehari jadi turun banget sedikit kebanyakan mangkalnya nunggu ada penumpang.

Saya sempat kesal karena dari kantor belum ada kebijakan bisa bekerja dari rumah hingga sekarang. Karena jujur kali ini saya sangat takut dengan pandemik ini. Ini masalah serius, menyangkut kesehatan dan nyawa banyak orang. Tapi, beberapa hari pergi kerja dengan situasi seperti ini, kayaknya saya harus mengkoreksi kekesalan karena masih ada yang bisa disyukuri.

Di balik panik dan takutnya saya harus tetap keluar rumah di tengan pandemik ini, ternyata perjalanan ke kantor dan pulang kantornya dimudahkan sama Tuhan. Bahkan dijadikan bisa istirahat tidur di bis karena selalu dapat tempat duduk.

Lalu, anggap saja juga sekarang kita yang masih harus keluar buat bekerja lagi berbagi rejeki sama abang ojol, abang tukang jualan atau siapapun yang juga masih harus keluar rumah setiap hari karena masih punya tanggung jawab.

Semoga semua selalu dilindungi Tuhan dan pandemik ini bisa berlalu dan jadi sesuatu yang menggiring kita ke kehidupan yang lebih baik lagi. Tentu dengan lebih sadar akan kebersihan dan kesehatan sekitar apalagi diri sendiri.

Stay safe, teman-teman

Jadi Perempuan

Beberapa hari lalu saya baru selesai nonton salah satu serial Netflix, yaitu Sex Education. Menurut saya ceritanya menarik karena mengangkat cerita tentang bagaimana penasarannya remaja-remaja soal seks dan memang betapa pentingnya edukasi seks yang benar, justru agar mereka menjadi tidak sembarangan melakukan dan tahu semuanya memiliki resiko.

Dari beberapa kisah yang ada di Sex Education, yang paling membuat saya terpelatuk adalah saat Aimee salah satu karakter cewek yang digambarkan sebagai anak ceria dan enerjik ini mendapatkan pelecehan seksual saat naik bis.

Seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya melakukan masturbasi dan sengaja mencipratkan spermanya ke celana Aimee. Walaupun pada awalnya Aimee ketakutakan, akhirnya dia mencoba tenang lagi dan merasa kalau semuanya baik-baik aja. Toh dia tidak akan bertemu laki-laki itu lagi. Tapi ternyata, kejadian itu membekas untuk Aimee dan membuat trauma. Dia jadi ketakutan dan perlu waktu cukup lama sampai akhirnya bisa naik bis lagi.

Saat nonton ini, saya jadi sedih. Sebegitu susahnya kah perempuan hidup sampai mau naik bis dengan tenang saja tidak bisa?

Kenapa saya bilang kisah Aimee membuat terpelatuk?

Saya sendiri pernah mengalami kejadian yang mirip seperti ini. Dulu waktu masih kuliah, untuk sampai ke rumah saya harus jalan kaki lagi setelah turun dari bis. Jalanannya tidak ramai tapi juga bukan jalanan sepi yang sampai tidak ada orang lewat sama sekali. Saat itu saya jalan seperti biasa ke arah rumah, lalu ada seorang bapak-bapak mengendarai motor yang tiba-tiba berhenti di samping saya. Saking tiba-tibanya saya pun kaget lalu berhenti dan melihat ke arah dia. Dia waktu itu bilang, “dek bisa bantuin saya ngga?”

Saya bingung, saya hanya jawab, “kenapa?” lalu kejadian selanjutnya adalah dia menyibakkan jaketnya sampai memperlihatkan celana jeansnya yang zipper-nya sudah terbuka lalu sambil mau memperlihatkan kemaluannya dia berkata, “bantuin ngocokkin ini.”

Saya tidak bisa menggambarkan betapa takutnya saya waktu itu. Saya langsung lari sekencang mungkin ke arah rumah. Bapak-bapak itu ngebut dengan motornya lalu saat melewati saya dia teriak “bego lu!” lalu melintas menjauh.

can you imagine?

Sudah diperlihatkan sesuatu yang menakutkan, diteriaki bego pula.

Sampai di rumah saya bengong lama sekali. Bingung, barusan itu apa?

Akhirnya saya pun seperti Aimee, mencoba melupakan saja karena toh tidak akan ketemu lagi sama bapak-bapak bajingan itu. Tapi seperti Aimee pula, saya butuh waktu yang lumayan lama untuk berani jalan seperti biasa tanpa ada rasa takut dan celingak celinguk kiri, kanan, belakang di jalan itu.

Padahal saya hanya mau pulang ke rumah dengan tenang waktu itu. Kalau orang bilang “makanya anak perempuan jangan pulang malam-malam”, saya pulang jam 7 malam dan jalan itu pun bukan jalan yang jarang dilalui orang.

Kalau orang bilang, “karena bajunya pendek atau ketat mungkin”, tidak, saya pakai kemeja lengan panjang dan jeans panjang yang juga tidak ketat.

Perempuan itu harus hidup bagaimana lagi supaya bisa tenang dari pelecahan-pelecehan seperti itu?

Sudah ditutup serapat apapun tetap ada manusia-manusia bajingan yang melakukan hal-hal tidak terpuji seperti itu kan?

Sedih..

Karena Pasti Kesepian

“Ngapain aja hari ini?”

Itu pertanyaan yang selalu ditanyakan ibu dan bapak kalau kita lagi skype dulu. Kemudian saya akan memulai recap kejadian dalam sehari. Entah itu soal sekolah, teman atau kejadian yang berhubungan dengan kaget budaya.

Keseharian saya waktu disana bisa dibilang lumayan monoton. Bangun pagi, bengong, bikin kopi, bengong sambi minum kopi, cuci muka, sikat gigi, ganti baju, jalan kaki ke kampus.

Kemudian belajar, istirahat makan siang, lanjut kelas lagi, belajar di kelas tambahan atau belajar di perpus, pulang ke asrama, rebahan atau main internet di lobby, mandi, masak, makan, menghubungi teman-teman di Jakarta sembari nugas atau nonton idola nasional di tv terus tidur.

Sebenarnya kalau mau mengikuti hati, siapa yang mau hidupnya jadi monoton seperti itu kan? Saya juga mau malam-malam ke izakaya, mabuk-mabukan wkwk becanda ah. Di sana saya lebih memilih menahan buat tidak melakukan hal yang tidak-tidak maupun yang iya-iya karena saya masih membawa nama kampus, dosen dan saya ngga punya tenaga buat bandel. Energinya sudah habis dipakai untuk mengejar pelajaran karena si bodoh ini butuh usaha 5 kali lebih keras untuk memahami apa yang dipelajari di kelas.

Tapi untungnya, tidak semua hari dijalankan monoton seperti yang tadi itu. Terkadang ada pagi hari dimana saya bangun terlambat kemudian secara harafiah loncat dari tempat tidur, berkata kasar, menggosok gigi, mencuci muka, ganti baju, menyambar tas kemudian lari secepat kilat ke kampus. Ada juga hari dimana saya bangun terlambat di jam 11 pagi dan memutuskan untuk pasrah dan kembali tidur saja karena toh kelas pagi pasti sudah dimulai. Ada juga hari dimana saya ke perpus bukan untuk belajar tapi hanya untuk tengkurep di tatami. Lalu, ada hari dimana saya belajar sambil sedih di lobby sampai jam 2 pagi karena materinya banyak tapi saya tidak bisa mengerti.

Dari semua hari-hari yang terjadi, yang paling saya senangi adalah hari dimana saya tidak punya kelas sore. Yang artinya saya bisa jalan-jalan sebelum ahirnya harus kembali belajar.

Kampus tempat saya belajar ini letaknya tidak jauh dari Shibuya yang diketahui oleh banyak orang alias Shibuya yang heboh, yang punya patung Hachiko. Jadi biasanya saya akan naik bis dari halte rumah sakit di samping kampus sampai ke stasiun Shibuya. Kalau ditanya mau apa, jawabannya adalah tidak mau apa-apa.

Sampai di Shibuya pun, saya hanya akan jalan kaki di center street yang sering kita lihat di majalah-majalah traveling itu. Dari situ saya akan lenggang kangkung melewati Omotessando sampai akhirnya tembus ke Harajuku. Di sekitar situ saja, berkeliling sampai langitnya mulai gelap dan lampu-lampu toko sekitar mulai menjadi heboh, begitu pula saya yang melihatnya.

Kemudian saya akan kembali ke stasiun Shibuya dengan berjalan kaki lewat rute yang berbeda, yaitu lewat jalan trotoar yang ada di pinggir rel kereta.

Berbeda dengan rute pergi melewati Omotessando yang ramai dan penuh dengan manusia-manusia penuh gaya, rute pulang ini melewati bagian Shibuya yang tidak terlalu heboh. Hanya ada beberapa toko di sana, itu pun tanpa lampu neon.

Namun rute pulang itu akan tetap berujung di Shibuya yang heboh. Dari sana kalau lelah saya akan naik bis sampai asrama kampus. Kalau tidak lelah, saya akan lanjut jalan kaki saja. Tapi tentu, kebanyakan saya lelah..

Hari tanpa kelas sore akan selalu begitu terus.

Menyenangkan sampai akhirnya menjadi monoton kemudian..

Ganjalan

Belum pernah rasanya sekecewa ini.

Padahal bukan aku yang disakiti.

Aku menangis untuk kalian.

Menangis karena temanku “hilang”.

Menangis karena kedewasaan membuat kalian menakutkan.

Menangis karena aku pun menjadi pecundang.

Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

Satu Dekade Belajar Bersama Dorama

Belajar caranya hidup ngga melulu hanya dari hidup.

Gimana?

Ya, begitu.

Belajar hidup bisa dari baca buku, baca komik, baca artikel, menonton manusia sekitar, menonton kartun dan yang paling saya suka adalah dari menonton dorama Jepang!

Jadi, ini adalah lanjutan kumpulan dorama satu dekade terakhir yang paling saya sukai dalam genre slice of life

Mondai no aru Restaurant (2015)

1vyldc

Menceritakan tentang Tanaka Tamako yang bekerja di sebuah restoran dengan budaya patriaki yang sangat kental. Semua jabatan dan kekuasaan dipegang oleh pria tanpa mau tahu dan mendengar suara pegawai wanitanya. Akhirnya Tamako keluar dari sana, tapi parahnya pacar Tamako yang seorang chef malah menerima tawaran pekerjaan dari restoran itu.

Singkat cerita Tamako lalu bertemu dengan wanita-wanita lain mulai dari teman lamanya, teman masa kini sampai teman dari temannya kemudian mereka memutuskan untuk membuka sebuah restoran kecil milik mereka dan memutuskan untuk menuntut restoran lama tempatnya bekerja karena pernah melakukan pelanggaran.

Dorama ini menceritakan persaingan antara restoran kecil Tamako yang sumber tenaga dan pikirannya berasal dari para wanita melawan restoran tempat dulu dia bekerja. Tentu banyak scene dimana “girl power” sangat diperlihatkan di dorama ini. Bagaimana kuatnya wanita ditengah dominasi pria dan budaya patriaki yang ada di Jepang. Namun yang saya suka dari dorama ini, mereka tidak menutupi fakta bahwa melawan budaya patriaki di Jepang itu bukan hal mudah. Mau seberapa kuat wanita melawan, tetap ada hal yang akhirnya membuat mereka kalah dan dipaksa harus berpasrah diri.

Dorama ini terang-terangan berbau feminisme dan memang seakan dibuat untuk menyindir patriaki di Jepang. Karena itu, saya suka sekali menontonnya. Ditambah aktor-aktor yang berperan adalah nama-nama aktor Jepang yang sudah terkenal dengan kemampuan aktingnya.

Black Pean (2018)

x8rooc

Saya ngga pernah suka nonton medical drama karena pasti ada disturbing scene-nya seperti darah-darah atau orang luka-luka gitu. Tapi saya nonton Black Pean. Karena apa? tentu saja karena yang berperan dalam dorama itu adalah Ninomiya Kazunari!

Black Pean adalah cerita tentang hmm bisa disebut anti hero mungkin. Tentang dokter kebangetan jenius yang cuma mau operasi orang kalau dia dibayar mahal. Intinya apapun yang dilakukan pasti didasari oleh uang. Terlihat tidak memiliki hati nurani tapi kita ngga bisa benci sama dokter ini karena mau gimana lagi dia yang jenius dan bisa diandalkan di antara dokter-dokter lain yang ternyata justru masih korupsi dan hanya banyak bacot.

Tapi ternyata ada sesuatu yang dirahasiakan sama si dokter jenius ini, berhubungan dengan ayahnya, dokter pimpinannya dan rumah sakit tempat dia praktek itu. Jadi, ya itulah banyak intrik dan kesalah pahaman jadi benar-benar seru ditonton sampai episode dan detik terakhir hingga kita juga jadi sadar dan belajar tidak boleh terlalu cepat jump into the conclusion without listening to the others.

Confidence Man JP (2018)

dwon5c

Berikan dulu tepuk tangan untuk dorama yang satu ini.

Dorama ini ceritanya tentang sekelompok penipu yang terdiri dari 3 orang, yaitu satu wanita, satu pria dan satu pria tua.

Ceritanya setipe dengan seri Ocean. Kumpulan penipu profesional, licik dan sulit dilumpuhkan. Di setiap episodenya selalu ada plot twist di akhir cerita dari yang sudah bisa kita tebak sampai ke yang “lah, anjir!” gitu.

Karena banyak unsur komedinya, Confidence Man JP ini seru banget ditonton, ngga berat dan ngga bikin bingung sama sekali walaupun kadang alurnya maju mundur. Di episode paling terakhir pun ada kejutan yang lebih kejutan lagi dari pada episode-episode sebelumnya!

Dari menonton dorama ini pun kita jadi dikasih tau kalau memang semua manusia punya sisi jahat dan gelap tersendiri, ngga peduli seberapa baik dia.

Haha ni Naru (2017)

e71q7c

Kashiwazaki Yui kehilangan anak laki-lakinya yang diduga diculik. Kemudian 9 tahun setelah peristiwa itu, dia berhasil ketemu lagi dengan si anak yang ternyata selama ini hidup di panti asuhan.

Sudah pasti bahagia kan bisa bertemu dengan anak yang hilang selama 9 tahun dan akhirnya bisa hidup bersama lagi. Ibunya bahagia. Anaknya belum tentu.

Nonton dorama ini menguras energi dan emosi. Antara mau marah sama bingung mikirin “jadi kita harus gimana sih?!”

Tipe dorama keluarga yang ngga hanya menghangatkan hati namun juga memanaskan kepala karena emosi. Persis nonton sinetron Indonesia, tapi pesan yang disampaikannya lebih dalam karena ini benar-benar tentang ibu. Tentang bagaimana menjadi seorang ibu itu ternyata tidak harus selalu karena darah.

Switched (2018)

dx4wnc

Ini bisa disebut sebagai dorama romance sebenarnya. Tapi setelah saya baca dan tonton lagi kayaknya dianggap slice of life pun ternyata bisa.

Dorama ini diangkat dari sebuah komik yang judulnya sama. Ceritanya ada bumbu-bumbu fantasinya juga, yaitu bisa menukar jiwa.

Seorang anak perempuan yang menganggap dirinya jelek dalam segala hal menukar tubuhnya dengan seorang anak perempuan lain karena dia anggap anak itu jauh lebih baik.

Tentu saja pertukaran jiwa ini membuat muncul banyak masalah kaaannnnn? Ya jadi ceritanya seputar masalah kedua anak perempuan ini, bagaimana mereka beradaptasi dengan tubuh baru, bagaimana mereka bersikap di lingkungann sekitar, bagaimana si anak perempuan yang “lebih baik” berusaha mendapatkan kembali tubuhnya dan yang paling seru adalah konflik antara mereka dan diri mereka sendiri sih. Bagaimana manusia itu memang tidak pernah ada puasnya!!

Jadi emosi..

Sisanya, masih banyak kalau mau bicara tentang dorama slice of life karena pada dasarnya Jepang selalu bikin dorama dengan “pelajaran hidup”. Makanya kadang bosan juga sih disuruh belajaaaaaaar mulu.

Jadi mungkin memang harus seimbang antara menonton komedi, romance dan slice of life ini. Biar ngga lelah.

Si Jahat Kepingan Kotoran

Untuk orang-orang yang suka sekali makan manis atau istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah sweet tooth, chocolate truffle adalah salah satu yang paling enak.

Chocolate truffle ini gampangnya adalah campuran cokelat sama gula kadang juga dicampur kacang lalu dimasak jadi satu lalu dibentuk jadi bulat-bulat dilapisi lagi dengan bubuk cokelat atau meses. Bayangkan semanis apa rasanya? Sejahat apa gula dan lemaknya?

Dan saya baru saja melahap 3 chocolate truffle buatan sendiri. Buatan sendiri!

Akhirnya dalam 25 tahun hidup, di akhir tahun 2019 memiliki satu pencapaian, yaitu membuat chocolate truffle.

Resepnya didapat dari akun Youtube Pufflova. Kalau kalian hobi nonton video masak, mungkin sudah ngga asing lagi sama Pufflova. Saya pun mengikuti akun ini kira-kira sudah setahun terakhir. Tapi tentu saya hanya menonton dan tidak pernah ikut memasak. Video-video Pufflova semuanya nyaman sekali buat ditonton karena rasanya seperti mendengar dongeng.

Narasi videonya halus, musik latarnya pun ala ala Disney namun tidak membuat yang menonton bosan. Hal lain yang saya suka dari Pufflova ini juga karena dia sering memasak makanan yang terinspirasi dari film seperti roti melon Doraemon, fruit cake Olaf, roti kacang merah Kung Fu Panda, butter beer Harry Potter sampai yang paling membuat saya pusing mau coba makan adalah turkish delight dari Narnia!

Jadi kalau kalian pernah menonton beberapa video masak Nerdy Nummies milik Rosanna Pansino, Pufflova ini bisa dibilang satu jalur dengan dia.

Berkat Pufflova, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat chocolate truffle sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan sungguhlah mudah ditemukan, yaitu hanya 4 bungkus susu kental manis, 2 sendok makan milo, 1/2 sendok makan mentega dan oatmeal. Tapi karena saya tidak suka oatmeal, bahan yang itu saya ganti dengan kacang yang dihancurkan.

Cara membuatnya hanyalah: memasak susu kental manis dengan milo, tambahkan kacang, aduk sampai kental, masukan mentega, aduk lagi sampai kental dan angkat. Dinginkan sebentar kemudian bentuk menjadi bola-bola. Gulingkan di bubuk cocoa atau apapun yang kamu inginkan sebagai topping dan voila~ jadi chocolate truffle.

Penampakan yang cantik adalah yang seperti gambar di bawah ini yang saya ambil dari pinterest. Penampakan karya saya bisa ditemukan di gambar selanjutnya lebih terlihat seperti kepingan kotoran dari pada chocolate truffle.

1967494bd034f0161705ac859f8464d8
cr: Baker by Nature
PicsArt_12-31-12.27.46.jpg
hasil karya diri sendiri

Entah langkah mana yang salah, tapi menurut saya adonannya kurang mengeras sehingga jadi gepeng setelah dibentuk bulat-bulat. Tapi tingkat ke-chewy-annya sungguh lah pas walaupun sekali lagi tampilannya tidak layak konsumsi seperti itu. Tentu butuh perbaikan. Mungkin di tahun 2020 akan mencoba membuat lagi dengan lebih niat agar fotonya bisa dipamerkan di akun pinterest.

Jangan lupa, makan chocolate truffle ini tidak boleh banyak-banyak karena makanan ini sesungguhnya sangatlah jahat. Ya pikir aja sekali lagi, susu kental manis dimasak bersama milo. Isinya ya cuma gula.

Jadi makannya sekali-kali aja sambil minum kopi hitam yang pahit.

Well, what a good way to close 2019 with chocolate truffle. Have a good sweet year ahead, folks.